Sabtu, 13 April 2013

ILMU MUKASYAFAH

Secara etomologi, mukasyafah berarti terbukanya tirai atau hijab. Asal katanya kasyafa, berarti tersingkap. Yang dimaksud terbukanya tirai di sini adalah terbukanya rahasia segala rahasia dunia gaib secara mistik atau supranatural.


Rahasia-rahasia alam yang gelap dan tidak terjangkau oleh dunia indrera bisa begitu terang di mata batin orang yang mendapat ilmu mukasyafah ini.

Sementara secara terminologi, ulama berbeda pendapat mengenai pengertiannya. Diantaranya akan kita lihat seperti berikut ini, sebagaimana tercantum dalam kitab Sirajut Tholibin.

Sebagian ulama berpendapat bahwa ilmu mukasyafah adalah nur yang nyata di dalam hati ketika hati itu berada dalam keadaan yang teramat bersih, terbebas dari segala kotoran. Dalam keadaan hati yang teramat suci maka tampaklah di hati itu suatu pengetahuan.

Apabila seorang hamba telah dianugerahi ilmu mukasyafah, dan ilmu itu telah menghujam pada dirinya, maka terbukalah tutup dari segala rahasia semesta sekaligus menjadi tanda bahwa maqam spiritual orang tersebut telah berada sampai kepada hakikat. Hal ini mengisyaratkan bahwa dengan ilmu mukasyafah semua apa yang sebelumnya tersembunyi dan terselubung berubah menjadi nyata dan terang, tak ada lagi hal yang bisa membuatnya terhalang dari dunia gaib.

Habu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apakah kalian melihat kiblatku di sini ? Demi Allah aku tidak terhalangi untuk melihat kekhusyukan dan ruku kalian (dari tempatku shalat ini). Aku benar-benar melihat kalian di belakang pungguku". (HR. Bukhari dan Muslim). Mengenai penjelasan hadist diatas Ibn Hajar berkata, "Yang benar adalah bahwa hadist ini diartikan sesuai dengan makna harfiahnya. Artinya "melihat" dalam hadist di atas adalah "melihat" secara hakiki yang khusus bagi beliau di mana penglihatan tersebut sangat beda dai penglihatan umumnya."

Sementara itu DR. 'Abdul Fattah Ahmad dalam karyanya Tasawuf Baina Al-Ghazali; Ibn Taimiyah menjelaskan bahwa mukasyafah mempunyai dua pengertian :

  1. Mukasyafah adalah keadaan di mana rohani menjadi bersih dan jernih, yang hanya dapat dicapai oleh manusia-manusia yang benar-benar beriman lagi sholeh sehingga tersingkap baginya hal-hal gaib yang memang tidak bisa dilihat dengan mata indera biasa. Ini merupakan maqam spiritual yang penuh dengan kemuliaan dari Allah SWT.
  2. Mukasyafah adalah suatu keadaban jernih yang dicapai oleh hati. Karena kerjernihan itu, Allah SWT membuka salah satu rahasia kegaiban. Mukasyafah termasuk bagian dari karamah yang diyakini oleh kaum muslimin dan ahlussunnah. Ini merupakan bukti kewalian, jika terjadi pada orang saleh yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah.

     Menurut Abdul Fattah, keadaan ini tidak terjadi terus menerus, akan tetapi terkadang muncul, dan terkadang tidak. Dalam artian, ilmu ini tidak lantas secara konsisten melekat pada satu orang secara terus-menerus, akan tetapi sifatnya temporer dan sementara. Dalam kondisi spiritual yang jernih seseorang berpeluang untuk mengalami ketersingkapan atau kasyaf, tapi jika kondisi spiritualnya sedang terpuruk orang tersebut tentu tidak akan merasakannya.

MUKASYAFAH RUBBIYAH DAN GHAIBIYAH
      Menurut Al-Ghazali, ilmu mukasyafah ini hanya bisa diperoleh melaui Nur Illahi. Al-Ghazali berpendapat bahwa mukasyafah merupakan tingkatan ilmu yang paripurna dan menduduki level atas dalam deretan pengetahuan lain mampu dicapai manusia.. Al-Ghazali menyebutkan ilmu ini sebagai fauqa thuril 'aqli, ilmu yang berada di puncak atas akal atau melampaui kekuatan pengetahuan yang berada dalam taraf yang dapat dijangkau akal manusia.

     Ilmu mukasyafah terbagi menjadi dua macam : 

  1. Mukasyafah Rubbiyah. Merupakan pengalaman keteringkapan berupa terbukanya tirai yang sifatnya ke Tuhanan. Pada jenis ini seorang hamba telah dibukakan oleh Allah sendiri tirai dan hijab yang bagi orang awam tertutup. Saat itu seorang hamba mampu mengetahui rahasia-rahasia Al-Haq, bahkan pada puncaknya seorang hamba akan mampu melihat-Nya. Dalam Tafsir Al-Qurthubi disebutkan,  "Maka terbukalah hijab atau tutup, lalu mereka melihat kepadaNya. Demi Allah tidak pernah memberikan kepada mereka sesuatu yang amat menyenangkan mereka kecuali penglihatan itu (Mukasyafah)".
  2. Mukasyafah Ghaibiyah. Yang berarti tirai kegaiban. Mukasyafah ini sebenarnya tidak mempunyai kaitan dengan mukasyafah rubbiyah, karena bukan merupakan anugerah suci yang merupakan rahmat bagi orang-orang sholeh. Jenis mukasyafat ini lebih kepada persoalan bakat sebenarnya. Berdasarkan kenyataan, banyak sekali orang yang merasakan pengalaman mistik atau hal gaib, tapi sebelumnya dia telah melakukan usaha (riyadhah) untuk mengarah ketajaman bakatnya itu.

Sementara itu DR. Abdul Fatah menjelaskan bahwa ilmu dalam sudut pandang syari'at pada dasarnya terdiri dari :
  1. Informasi adalah sesuatu yang berkenaan dengan apa yang telah tercakup dalam Islam, sesuai dengan petunjuk yang ada dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist. Ruang lingkup informasi mencakup seluruh apa yang dikabarkan oleh keduanya. Informasi mencakup seluruh apa yang dikabarkan oleh keduanya. Informasi yang dapat kita peroleh dari tuhan melalui Al-Qur'an, secara garis besar terdiri dari pengetahuan akan Tuhan, para malaikat, para nabi, dan para rasul, kitab-kitab suci, hari kiamat, takdir, tentang kebaikan dan keburukan, di samping juga pengetahuan-pengetahuan lainnya. Sedangkan dalam Al-Hadist dapat kita peroleh informasi tentang bagaimana tata cara menjadi muslim yang baik, secara umum telah diperjelas dalam syari'at.
  2. Peraturan adalah sesuatu yang berkenaan dngan segala larangan Allah SWT yang berkaitan dengan seluruh dimensi kehidupan manusia. Disini juga telah banyak diperjelas oleh syari'at. Maka peraturan menjadi suatu landasan yang kedua sebagai amal. 
Sebagaimana Nabi Musa AS setelah dibuka tirai yang menutupi pandangannya terhadap segala hal yang diperbuat oleh Nabi Khidir AS, berarti juga ia telah mengetahui berbagai ilmu yang belum ia ketahui sebelumnya. Hal itu merupakan suatu contoh kecuali suatu bentuk dari "informasi". Kemudian yang menjadi tugas Nabi Musa AS setelah menguasai beberapa ilmu tersebut ialah bagaimana mengamalkannya. Dan itulah yang disebut peraturan. Peraturan seseorang yang telah memperoleh ilmu yang kemudian berproses untuk mengamalkannya. Contoh ini merupakan bagian dari bentuk hubungan antara ilmu dan amal bagi penuntut ilmu.

Nabi Musa AS telah merasakan ilmu mukasyafah atau ilmu laduni yang diperoleh dari Nabi Khidir AS. Ilmu mukasyafah merupakan bentuk dan terobati hasrat. Menurut Abdul Fatah, ilmu mukasyafah dapat memberikan suatu pemahaman yang dalam, kejernihan penglihatan, kepastian, dan sebagainya, yang berkaitan dengan pokok-pokok ajaran agama Islam maupun cabang-cabangnya. Namun Ilmu mukasyafah tidak dapat meberikan sesuatu pun terhadap amal kecuali pemahaman.

Tidak ada seorang pun yang telah mengalami mukasyafah menyatakan sesuatu yang saling bertentangan tanpa mampu membuktikan bahwa dirinya telah tersesat. Seperti Nabi Musa AS yang merasa bahwa ia telah bersalah terhadap segala yang dilakukan Nabi Khidir AS, akibat perbuatan ganjilnya yang menurut pandangan Nabi Musa AS, agama tidak pernah membenarkannya.

 Dalam kesimpulannya mengenal ilmu mukasyafah atau ilmu laduni tentang keilmuan Nabi Khidir AS, Adul Fattah menjelaskan, "Pandangan tentang mukasyafah ataupun laduni hanya sebatas pada suatu hal di mana manusia tidak lagi bodoh tentang yang sebelumnya tidak ia ketahui. Mukasyafah dalam hal ini dapat diartikan sebagai ilmu".

Ilmu dan amal bergantung pada bagaimana ilmu mukasyafah atau laduni itu di jalankan dengan baik. Tetapi manusia akan selalu dihadapkan berbagai ujian sehingga tugas mengamalkan dan menjalankannya dapat teratasi dengan sempurna bila manusia tersebut dapat melalui ujian tersebut dengan hati yang ikhlas dan pemikiran yang jernih dalam segala hal. Agar manusia tersebut selalu bersih hati dan pikirannya dan dapat menikmati ilmu mukasyafah tersebut".

Kelompok sufi menilai ilmu mukasyafah Nabi Khidir AS yang bersumber dari maqam yang lebih tinggi dari syari'at. Sementara ulama tradisional menilai tidak ada yang lebih utama di antara keduanya. Antara maqam hakikat Nabi Khidir AS dan Syari'at Nabi Musa AS sama.

Para ulama yang yang mendukung kesetaraan antara kedua ilmu tersebut beralasan, tidak dapat dibenarkan bahwa Nabi Khidir AS mempunyai status untuk mengklaim keunggulan orang-orang syari'at dan ilmu-ilmu syari'at. Justru Nabi Khidir AS di utus oleh Allah SWT untuk mengajar Nabi Musa AS yang mengaku dirinya paling berilmu di atas permukaan bumi.

Ketika Nabi Musa AS ditanya tentang siapa orang yang paling berilmu,sepatutnya beliau mengatakan bahwa Allah SWT itulah Yang Maha Mengetahui tentang segala-galanya. Oleh karena itu, Allah SWT langsung mengatakan kepada Nabi Musa AS bahwa di sana ada seorang hamba Allah yang tidak dikenalinya yang memperoleh ilmu langsung dari Allah SWT , sebagai teguran langsung dari Allah SWT kepada  Nabi Musa AS.

     Belum sempurna iman seseorang jika hanya melakukan ritual peribadatan tanpa kita mengetahui makna, esensi, seta hakikat dari perbuatan itu. Maka para sufi kemudian mencari makna-makna itu lewat jalan yang tidak terdapat dalam sistem hukum syari'ah, yaitu jalan yang hakikat.

Memang penting kiranya untuk dicatat bahwa hukum Islam dan jalan sufi adalah dua hal yang sama-sama baik, akrena pengetahuan serta pengalaman yang tinggi darinya akan menciptakan pencerahan lahir batin manusia dan tentu saja hal itu menjadi lentera bagi manusia, sehingga ia tahu yang mana ujian dan cobaan yang datang dari Allah SWT serta mana godaan setan yang terkutuk

Hanya manusia tidak biasa melakukan keduanya secara sekaligus, maka tidaklah bijak, jika manusia meninggalkan salah satu dari ilmu-ilmu yang tengah di tempuhnya. Bahwa dua kecondongan nilai-nilai Islam ini dapat disatu padukan dalam diri manusia, sehingga menciptakan hadirnya kearifan yang lebih agung.

Tetapi hal terpenting dari kita sebagai manusia, ialah seberapa banyak peluh mengucur ke bumi dami mencipta kelapangan hati dalam menghadapi kehidupan ini beserta ujian dan cobaannya.


Source : http://ejawantahnews.blogspot.com/2010/08/mukasyafah.html

Rabu, 27 Februari 2013

Ilmu Khodam Al Lahab

Assalamualaikum wrb, wb. Apa kabar dulur KWA? Semoga senantiasa oke, rezeki oke, karir oke, prestasi bagus, sehat walafiat dalam naungan ridho Allah SWT. Amin. Ilmu yang akan dishare berikut ini tergolong ilmu “tingkat tinggi” dulur…. Ilmu simpanan yang hanya tunggal —-tidak ada tingkat-tingkatnya, cukup satu namun meliputi, berkekuatan berlipat ganda di atas rata-rata— untuk dulur KWA yang berminat.  Khodam amalan ilmu ini adalah Malaikat Penjaga Surat Al Lahab. Malaikat yang punya kekuatan dahsyat untuk membakar keangkuhan ilmu apapun di muka bumi! Allahu akbar....(silahkan dibaca perlahan karena saya belum ada waktu untuk bertanya jawab karena kesibukan. Mohon maaf dulur..)
Terlalu sering kita dihadapkan pada situasi mendesak, ditantang “musuh” yang memiliki banyak ilmu gaib, dukun atau paranormal, orang-orang “sakti” yang merasa terganggu padahal kita ini orang-orang biasa banget, saking kebangetan biasa nya sampai nggak ada yang menyapa (hiks). Maklum, sejak blog KWA bermuatan ilmu-ilmu gaib, banyak yang terusik dengan kehadiran kita. Banyak yang ingin sekedar menguji atau bahkan mencelakai.  Hampir setiap saat, selain energi doa dan harapan kebaikan juga tidak jarang terkirim energi-energi negatif (santet,teluh, tenung) datang ke rumah. Maklum saja dulur, betapa mudah menjadikan saya sasaran target santet bukan?  Lha wong foto, tanggal lahir plus weton dan nama orang tua kandung terpampang jelas di blog.
Oleh guru yang tidak lain eyang sendiri, dulu saya dikasih senjata simpanan berupa amalan yang asli doanya berbahasa Jawa campur Arab dan kini sudah saya ubah menjadi bahasa Indonesia bercampur Arab agar lebih cepat merasuk bila dihayati dan diamalkan. Pasti power karomahnya tidak akan hilang. Saya yakin yang menghilangkan karomah itu bukan bahasa doanya, tapi memang perilaku kita yang barangkali dinilai tidak selaras dengan Iradat NYA.
Ilmu ini berfungsi untuk melumpuhkan, menghilangkan, melunturkan, meluluhkan, membakar, mengambil, menyedot ilmu milik musuh kita agar mereka hilang kesombongan dan kecongkakannya. Ilmu goib apapun, termasuk ragam jenis ilmu kebal akan hilang seketika itu juga KUN FAYAKUN. Jadi  seseorang yang ingin unjuk kebolehan ilmu kebal akan sirna ilmunya dan dia akan terluka. Kasihan bukan? Apalagi kalau mereka melakukan pertunjukan ilmu kebal itu untuk mencari rezeki, menghidupi anak dan isteri…Jangan dilakukan lo ya… anda nanti kena dosa besar!
Dalam keadaan terdesak, ketika “radar” menangkap gejala serangan santet, maka sebenarnya kita bisa menggunakan ilmu ini. Terus terang saya belum pernah menggunakan ilmu simpanan yang diberi guru saya karena efeknya yang tragis bagi target. Maka gunakan hanya bila keadaan SANGAT SANGAT SANGAT DARURAT!!!!
Kalau ada serangan bahaya, biasanya yang saya lakukan adalah mengambil air wudhu dan sholat dua rokaat meminta perlindungan Allah SWT.  Itu bila energi santet yang datang itu masih tergolong ringan sampai sedang, kemudian ditambah memakai doa pendek sambil berbaring melemaskan otot-otot. Yang paling sering adalah wirid INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN atau wirid ASTAGHFIRULLOHALADZIM sebanyak-banyaknya. Energi santet itu akan hilang dan tidak mengenai kita atas ijin Allah. Bagaimana mengukur apakah energi santet itu tergolong ringan, sedang dan berat? kalau kita terbiasa berlatih olah kebatinan, pasti akan bisa otomatis merasakannya koq, dont worry…
Nah, dulur meskipun begitu tidak salah bila kita memiliki senjata amalan untuk berjaga jaga. Silahkan bagi yang berminat memiliki ILMU ini. Efek lunak bila terkena serangan ilmu ini adalah musuh akan luluh lemas terkulai tidak berdaya karena kekuatan dan keberaniannya akan hilang tiba-tiba. Efek kerasnya: dadanya merah panas terbakar dan ia akan lumpuh sementara hingga yang paling berat adalah LUMPUH PERMANEN.  Kita bisa menyembuhkannya yang lumpuh sementara dengan doa. Satu dua bulan musuh akan sembuh atas ijin Allah SWT. Namun bila sudah lumpuh permanen? Wallahu’alam.
Khodam amalan ILMU KHODAM AL LAHAB ini adalah Malaikat Penjaga Surat Al Lahab. Malaikat yang punya kekuatan dahsyat untuk membakar keangkuhan ilmu apapun di muka bumi. Silahkan diamalkan bila berminat. Bagi yang tidak berminat tidak perlu diamalkan. Saya tidak rela digunakan di jalan yang salah dan rela digunakan hanya untuk menebarkan kebaikan dan kebenaran, amar makruf nahi munkar.
Atas ijin Allah SWT dan hanya DIA kita pasrahkan segalanya, DIA yang memberi kekuatan dengan ilmu ini kita tidak akan kalah dalam perang/tarung goib baik langsung berhadap-hadapan maupun tidak langsung jarak jauh. (Tapi anda pasti akan kalah oleh orang biasa tidak sakti dan tidak berilmu namun punya sikap sopan, lembut, welas asih, dulurrr.. Buktinya, sesakti apapun anda pasti akan kalah oleh kelembutan ibu/isteri/pacar/anak kita kan? hehe…)  
Untuk menguasai ilmu ini wiridkan doa setiap malam 17 x usai sholat tahajud dan 3 X usai sholaf fardhu. usai wirid maka tiupkan ke telapak tangan dan usapkan ke seluruh tubuh. terakhir ke tiupakan ke air putih dan diminum. Saat mewirid tidak perlu tahan nafas. Bernafas normal biasa-biasa saja.
Puasa biasa boleh 3 hari/boleh 7 hari. Saat puasa setiap malam lakukan sholat tahajud, boleh berapapun asal ganjil. Semakin lama puasa kemungkinan ilmu ini akan semakin kuat kita miliki.  Syarat lainnya adalah mendapat IJIN serta RESTU ALLAH SWT, maka kita perlu khusyuk dan yakin.
=======================================================
TATA CARA:
Tawassul kirim al fatihah sebagaimana biasanya, khususkan pada Ibu kita. (sebab Ibu adalah penyalur kekuatan goib kita)
Berikut doanya 17 x:
BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM INNA ANNA AMANNA. SAYA AMBIL KAROMAH ILMU PENGAMBIL ILMU GAIB BERKAT ALLAH BERKAT RASULULLAH BERKAT SAYYIDINA ALI BERKAT SYEKH ABDUL QADIR JAILANI KUN  TABBAT YADA ABI LAHABIW WATABB MAA AGHNA ANHU MAALUHU WAMAA KASAB SA YASLAA NAARON DHATA LAHAB WAM RO ATUHU  HAMMAA LATAL HATUB FII JIIDIHAA HUBLUM MIM MASAD FAYAKUN ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN (17X).
=============================================================
BAGAIMANA CARA MEMPRAKTEKKANNYA?
Bila musuh ada di hadapan kita, kita berdoa dan pandang matanya sambil tahan nafas bila tidak kuat bernafas lagi. Bisa juga setelah berdoa, kita tiupkan ke kerikil dan kerikil dilemparkan mengenai tubuhnya. Doanya…
BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM INNA ANNA AMANNA SAYA AMBIL ILMU GAIBNYA (NAMA TARGET) BERKAT ALLAH BERKAT RASULULLAH BERKAT SAYYIDINA ALI BERKAT SYEKH ABDUL QADIR JAILANI KUN TABBAT YADA ABI LAHABIW WATABB MAA AGHNA ANHU MAALUHU WAMAA KASAB SA YASLAA NAARON DHATA LAHAB WAM RO ATUHU  HAMMAA LATAL HATUB FII JIIDIHAA HUBLUM MIM MASAD FAYAKUN ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN.  (cukup 1x)
Bila musuh tidak ada dihadapan kita maka kita bayangkan dia di hadapan kita, baca doa sambil tahan nafas. Bila tidak kuat bernafas lagi lalu lanjutkan membaca doa tersebut dalam hati.
================================================
Untuk menyembuhkannya baca doa ini:
BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM. INNA ANNA AMANNA. SEMBUHLAH (NAMA TARGET) SAYA KEMBALIKAN ILMU GAIBNYA SEPERTI SEDIA KALA BERKAT ALLAH BERKAT RASULULLAH BERKAT SAYYIDINA ALI BERKAT SYEKH ABDUL QADIR JAILANI KUN TABBAT YADA ABI LAHABIW WATABB MAA AGHNA ANHU MAALUHU WAMAA KASAB SA YASLAA NAARON DHATA LAHAB WAM RO ATUHU  HAMMAA LATAL HATUB FII JIIDIHAA HUBLUM MIM MASAD FAYAKUN ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN (cukup 1 X).
Bila musuh ada dihadapan kita maka kita usapkan di kening, tengkuk dan dadanya. Bila musuh tidak ada di hadapan kita, maka heningkan cipta dan cukup bayangkan anda menarik energi merah menyala dari tubuhnya.
Bagaimana bila kita tidak tahu nama target? Doanya ganti nama target jadi “engkau”, jadi sembuhlah “engkau”….

========================================================
KUNCI  BOSTER AMALAN: SAAT BERDOA TARUH LIDAH DI LANGIT-LANGIT MULUT  BILA TELAH SELESAI BERDOA MAKA LUDAHKAN KE SISI KIRI POSISI ANDA.
Ijazah selesai dulur. Sempurna dan tidak ada yang saya simpan di ilmu ini. Terima kasih atas waktunya. Mohon maaf bila ada kekurangan dan kesalahan silahkan dibuang, bila ada kebaikan dan kebenaran silahkan diambil. Wallahul  muwaffiq  ilaa  aqwamit  thoriq. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Al fakir undur diri.

Source : http://wongalus.wordpress.com/2013/02/06/ilmu-khodam-al-lahab/

Ilmu Mahabbah 1000

Pada sore yang mulia ini, apa kabar dulurku semua? Semoga selalu sehat, tenang, bahagia dan dalam naungan ridho Ilahi. Amin. Berikut hanya untuk yang berminat, bagi yang tidak berminat cukup disimpan saja sebagai referensi. Saya ijazahkan amalan ILMU MAHABBAH SERIBU untuk pengasihan umum. Pengasihan umum artinya pengasihan yang tidak dimaksudkan sebagai penggaet sukma satu target tertentu melainkan untuk membuka wibawa pesona dan ketertarikan orang-orang banyak kepada kita. Orang banyak akan menyayangi, menghargai, menghormati dan mengikuti saran masukan dan ide-ide Anda. Setiap kata yang anda sampaikan akan diikuti para pendengar tanpa banyak protes. Cocok dimiliki untuk para artis, ahli hukum, pembicara, juru kampanye, ahli pidato, ulama/mubalighdll.
Berikut amalannya:
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
WA ARSALNAHU ILA MI’ATI ALFIN AU YAZIDUN
313 x selama 3 atau 7 hari. Diwirid usai sholat subuh. Silahkan dicari jumlah hari yang menurut anda paling mantap. Tidak perlu puasa. Boleh dimulai hari apapun.
Khodam amalan ini adalah Malaikat penjaga surah QS As Saffat yang akan membantu Anda membuka aura pengasihan sehingga dicintai dan dihormati banyak orang hingga ribuan orang atas ijin Allah Ta’ala.
Alhamdulillah dengan ilmu ini banyak manfaat positif yang saya peroleh untuk pengembangan pribadi saya. Misalnya yang dulunya saya introvert, pemalu, dan cenderung memilih menyendiri tapi setelah mengamalkan ilmu ini maka saya menjadi pribadi yang percaya diri. Bisa menempatkan diri mana yang harusnya saya tampil dan mana yang harusnya saya bisa mengerem untuk tidak tampil.Ijazah selesai dan sempurna tanpa ada apa-apa lagi yang saya tutupi. Tidak ada kunci amalan apapun. Terima kasih.

Source : http://wongalus.wordpress.com/2013/02/10/ilmu-mahabbah-seribu/

CARA MENGISI DAYA KEKUATAN KE SEBUAH BENDA,RUMAH,TEMPAT USAHA

Ada beberapa orang sedulur yang mengeluh kepada saya tentang keadaan saat ini yang banyak kejahatan seperti perampokan sepeda motor dan ingin barang-barangnya kembali, mobilnya tidak kembali dari disewa orang, rumah dimasuki pencuri, tempat usahanya dikirim sihir sehingga jadi tidak laris, sawah ladang diserbu tikus dan sebagainya. Untuk mengantisipasi dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan tadi maka alangkah eloknya kita berdoa kepada Allah SWT, agar harta benda anda terlindungi.
Berikut doanya:
BISMILLAHIROHMANIROHIM. KULLI NAFSIN DZAAIQOTULMAUT. WAINNAMA TUWAFFAWNA UJUURAKUM YAWMAL QIYAAMAH. FAMAN ZHUZIHA ‘ANINNAARI WA UDKHILALJANNATA FAQOD FAAZ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Doa ini ada di surat Ali Imron 185. Selanjutnya bacalah doa pamungkas penutup sebagaimana biasanya:
INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAIAN ANYAQULA LAHU KUN (YA ALLAH, MOHON BERIKANLAH DAYA KEKUATAN PADA BENDA INI) FAYAKUN.
ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN
Tata laku pengisian energi pada sebuah rumah, harta benda yang akan diisi doa sebagai berikut. Monggo dihapalkan dan diwiridkan dalam hitungan ganjil rangkaian doa di atas sebanyak 1117 x usai sholat hajat untuk mengisi energi benda. Jilat benda tersebut usai anda wiridan. Bila yang akan dilindungi rumah maka usai wirid cukup tiupkan ke baskom yang berisi air. Selanjutnya air itu dipercikkan mengelilingi rumah atau ladang.
Atas ijin Allah harta benda, barang milik pribadi, kendaraan, rumah dan tempat usaha anda akan terlindungi dari kehilangan, pencurian, kebobolan, perampokan. Kalau pun ada yang sengaja mengambilnya, pencuri akan merasakan sebuah hentakan tenaga yang sangat kuat dari benda itu dan tidak akan berani melakukan aksinya. Kalau pun misalnya, tempat usaha anda dikirim sihir padahal sudah anda doakan dengan cara di atas maka sihir itu akan kembali ke penyihirnya dan meminta maaf ke anda. Sawah ladang pun akan terlindungi dari tikus dan hama.
Demikian semoga bermanfaat. Saya ijazahkan amalan ini untuk sedulur yang membutuhkan. Salam paseduluran.

Source : http://wongalus.wordpress.com

Rabu, 28 November 2012

Dzikir Ma'rifat

Bagaimana cara berdzikir kepada Allah SWT sehingga kita siap untuk bertemu dengan-NYA?


Dzikir adalah sebuah aktivitas yang kaya akan aspek esoteris. Ia adalah bagian laku yang harus ada dalam sebuah perjalanan suluk menempuh jalan ruhani untuk mendekatkan diri dengan Tuhan Semesta Alam. Dalam prakteknya, berdzikir harus mengikuti aturan-aturan dan adab tertentu sesuai dengan cara yang dituntunkan oleh para guru spiritual sepanjang masa.


Pada kesempatan kali ini, akan dipaparkan adab berzikir dan tata cara zikir dengan harapan agar kita mendapatkan pengetahuan bagaimana berdzikir yang khusyuk agar kita bisa bertemu Allah SWT.


1. Membaca lafaz LA ILAHA ILLA ALLAH. Artinya: Tiada Tuhan selain Allah. Zikir ini disebut zikir NAFI ISBAT. Paling tidak dibaca 100 kali setiap hari terutama dibaca setelah sholat fardhu. Khususnya setelah Maghrib, Isya dan setelah sholat subuh. Lafaz ILLA ALLAH ini disebut Isbat yang artinya pengecualian atas segala sesembahan kecuali hanya Allah SWT.

2. Membaca lafaz ALLAHU. Zikir ini disebut ISMU AL-ASMA, dibaca sebanyak 33 kali sehabis sholat fardhu, terutama setelah sholat Isya.

3. Membaca lafaz zikir HUWA ALLAH. Zikir inilah yang disebut sebagai zikir GHAIB AL ISMI. Zikir ini dibaca setiap hari sebanyak 33 kali, setelah sholat fardhu, terutama setelah sholat Isya.

4. Membaca zikir HUWA, HUWA. Zikir ini disebut sebagai zikir GHAIB AL GHAIB. Zikir ini dibaca sebanyak 34 kali setelah sholat fardhu, sehingga jumlahnya (total item 2,3,4) sebanyak 100 kali.


Adapun gerakan dalam melafazkan zikir NAFI ISBAT tersebut haruslah mengikuti aturan sebagai berikut:

1. Ketika membaca lafaz LA, maka dengan gerakan kepala, lafaz LA tersebut dimulai dari bahu kiri menuju ke bawah ke arah perut, kemudian diputarkan mengelilingi tali pusat lalu diteruskan ke arah atas menuju bahu kanan;

2. Pada waktu berada di bahu kanan itulah lafaz ILAHA diucapan sambil kepalanya dimiringkan ke arah belikat kanannya;

3. Sambil kepala ditekan ke arah hati sanubarinya, lafaz ILA ALLAH diucapkan dengan penekanan pada sudut kiri bawah dada.


TIGA TAHAP BERDZIKIR

Ada tiga tahap adab berdzikir. Pertama, ada lima perkara sebelum berdzikir. Kedua, dua belas perkara pada saat mengerjakan zikir dan ketiga, ada tiga perkara setelah berdzikir.


Lima perkara yang harus dilakukan sebelum berdzikir adalah sebagai berikut:

1. Bertaubat kepada Allah SWT

2. Mandi atau mengambil air wudhu

3. Diam sambil mengkonsentrasikan diri pada zikir dengan mengikhlaskan hati sebelum berdzikir

4. Hatinya meminta tolong kepada para wali-wali Allah

5. Hatinya meminta tolong kepada Nabi Muhammad SAW


Sedangkan dua belas perkara saat berzikir adalah sebagaoi berikut:

1. Duduk bersila di tempat yang suci

2. Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha

3. Membuat bau harum di tempat zikir

4. Memakai pakaian yang halal dan pakai wangi-wangian

5. Pilih tempat yang tenang dan sunyi

6. Pejamkan mata

7. Bayangkan wajah wali Allah di antara kedua mata agak maju ke depan

8. Tetap istiqomah baik dalam keadaan ada orang maupun sepi

9. Tulus ikhlas hatinya saat berdzikir

10. Dzikir utama adalah LA ILAHA ILLA ALLAH

11. Berusaha menghadirkan ALLAH SWT dalam setiap mengucapkan dzikir LA ILAHA ILLA ALLAH

12. Meniadakan wujud lain selain Allah.


Sedangkan tiga macam adab lainnya setelah selesai berdzikir adalah:

1. Diam sejenak sesaat setelah usai melakukan dzikir dan tetap diam di tempat

2. Mengatur dan mengembalikan nafas seperti semula

3. Menahan diri untuk minum air


Sangat dianjurkan untuk melakukan pemutihan diri dari semua amalan negatif sebelum menjalankan ritual dzikir. Caranya adalah menjalankan PUASA selama 7 hari. Usai menjalankan puasa baru kemudian menjalankan amalan zikir rutin. Bagi para pejalan spiritual yang ingin lebih mendalami laku suluknya, maka disarankan untuk melakukan dzikir dengan cara:

1. BERTAPA (Uzlah). Ini adalah syarat agar laku suluk kita semakin bagus. Uzlah adalah mengasingkan diri untuk sementara waktu dari keramaian dan dari pergaulan sehari-hari. Ini biasa dilakukan oleh murid-murid tarekat di masa silam. Bila anda berkesempatan untuk uzlah, silahkan pergi ke gunung atau hutan dan carilah sebuah gua. Siapkan bekal makan dan minum yang cukup untuk sekian lama Anda inginkan. Pedoman selesainya uzlah adalah KEMANTAPAN HATI setelah bertemu dengan apa yang dicari. Namun kini, uzlah dianggap terlalu berat sehingga sebagai penggantinya adalah menjauhkan diri dari segala bentuk perbuatan maksiyat dan terlarang syariat.

2. NGAWULO (Mengabdi). Mengabdi pada “sang guru” selama berbulan-bulan atau mungkin juga hingga bertahun-tahun. Dalam konteks sekarang, cukup kita mengabdi kepada instruksi-instruksi yang diyakini benar dan tawadhu’ (merendahkan diri) untuk tidak mengaku dirinya paling benar dibanding diri yang lain.

3. AMAL SHOLDAQOH. Mengadakan amal shodaqoh dan infaq sesuai dengan kemampuan. Ini sebuah bentuk pengorbanan dan kerelaan melepaskan apa yang dimiliki karena sesungguhnya kita hakekatnya tidak memiliki apa-apa. Hanya DIA yang Maha Memiliki.


Dalam keadaan bersih lahir batin dan untuk sementara mengosongkan diri dari pengaruh duniawi itulah kita menghadap Sang Khalik Yang Maha Suci. Saat bersuluk ini, kita diharapkan untuk selalu menjauhi pikiran kotor dan suci dari batin yang penuh prasangka negatif (suudzon) dan menggantinya dengan prasangka baik (husnudzan) kepada Allah dan kita yakin bahwa hanya DIA-lah sebaik-baiknya tempat bergantung. HASBUNA ALLAH WA NI’MAL WAKIL, NI’MAL MAULA WA NI’MA N-NASIR (Cukuplah Allah sebagai tempat bersandar bagi kami dan Dialah tempat memohon pertolongan manusia).


Apa yang akan terjadi bila kita sudah melengkapi laku suluk mulai Dzikir dan Uzlah secara lengkap? Silahkan ditunggu kejadian-kejadian gaib luar biasa yang akan merubah hidup Anda selamanya. Salam.

Source : http://wongalus.wordpress.com/category/zikir-makrifat/

Ilmu Malaikat 3

“AMALANYA”
bismilahirahmanirahim shollallahu alaihi wassalam malaikatku papat
satus patang puluh papat sabalane jibril malaikat siji, isrofil
malaikat loro, izrail malaikat telu, mikail malaikat papat, satus
patang puluh papat sabalane, lah siro tangio siro sun kongkon
(…….) lamun ora, keno supatane allah, kapindo rosullulah.

“TATA CARA MENGAMALKANYA”
puasa mutih sehari semalam 24 jam, tidak boleh tidur sama sekali dalam
sehari semalam, amalanya di hafalkan tengah malam waktu puasa sehabis
shalat hajad/tahajud, di baca sebanyak 41x, jika di baca 41x masih
belum hafal juga terus membaca amalanya sampai hafal. agar energi ilmu
ini lebih meresap kedalam tubuh di usahakan dalam sehari minimal baca
amalanya 7x sehabis selesai puasa.

“TAMBAHAN”
titik-titik di isi dengan tujuan anda, contoh untuk pengobatan,
keselamatan, melancarkan rejeki, untuk pagaran gaib Dll, ilmu ini
multi fungsi atau bisa di bilang bisa untuk apa saja sesuai niat anda.
Untuk setiap tujuan amalanya di baca sebanyak 41x, mislanya anda
gunakan untuk pagaran gaib, baca amalanya 41x lalu titik-titik di isi
untuk pagaran gaib, gunakan media garam, pasir atau kacang ijo.

“ASMAK MALAIKAT PAPAT”

“AMALANYA”
bismilahirahmanirahim assalamualaikum maloekat joborail maloekat
mikail maloekat isrofil maloekat izroil khiroman khotibin bewo waseso
jajil mikail aruman arupo bagus assalamualaikum maloekat lungguh iro
ono jejantung astanro, ono embun-embunan, sang klatar putih sang
keleter putih pomo wecowo regelo wuluku sak lembar getihku sak tetes
sun tempuhken siro, assalamualaikum maloekat siri’ah maloekat ari’ah
maloekat mawi’yah maloekat dinding jalallolah, podo aling-aling ono
ingsun, ingsun reksanen den becik. (LALU ANDA TAHAN NAFAS DAN UCAPKAN
“BECIK” 3X).

“CARA MENGAMALKANYA”
lakukan puasa dari jam 18.00-06.00, tidak boleh tidur sedikitpun walau
hanya sekejap, dan tengah malamnya sehabis shalat hajad/tahajud,
hafalkan amalanya di baca sebanyak 41x, jika di baca sebanyak 41x
belum hafal juga baca terus sampe hafal. Dan untuk harian amalanya
cukup di baca sebanyak,seikhlasnya saja, sehabis shalat fardu, jika
tidak sempat sama sekali untuk membaca amalanya cukup di baca di malam
hari saja.

“KEGUNA’AN”
kebal semua jenis senjata yg ingin mencelakai anda ( ingat tidak bisa
di tarjib atau di tes-tes atau di coba-coba), keselamatan mutlak lahir
dan batin, selamat dari kecelakan apapun tapi tetap masi bisa cidera
walupun cuma sedikit, tidak akan terkena penyakit yg mematikan paling
kalo sakit cuma masuk angin sama sakit kepala doang bisa juga tidak
bisa terkena penyakit, pnngobatan dengan media air untuk mengobati
orang lain yg sakit maupun yg kerasukan setan, jin,ketenangan dan
percaya diri, pemagaran gaib dll pokonya banyak deh tidak bisa di
sebutkan semua.

“ASMAK MALAIKAT”

“AMALANYA”
bismilahirahmanirahim assalamu’alaikum ya malaikat jibril, mikail,
isrofil, izroil, malaikat jibril siro manjingo kulit ingsun, ingsun
teguh sehuruf maring kulit ingsum, malaikat mikail siro manjingo
daging ingsun, ingsun teguh sehuruf maring daging ingsun, malaikat
isrofil siro manjingo balung ingsun, ingsun teguh sehuruf maring
balung ingsun,malaikat izroil sirn manjingo sum-sum ingsun, ingsun
teguh sehuruf maring sum-sum ingsun, hiyo iku dadi selirane malaikat
papat jibril, mikail, isrofil, izroil laa haula walaa quwwata illa
billaahil’aliyyil adzim.

“CARA MENGAMALKANYA”
puasa bila ruh, puasa yg bukanya tidak boleh memakan makanan yg
bernyawa, contoh telur ayam, ikan, ayam,daging dan masih banyak lagi,
bila perlu puasa mutih aja sekalian, puasa selama 3 hari, puasanya di
mulai pada hari kelahiran anda sendiri atau hari rabu, sebelum mulai
puasa mandi wajib dulu atau bisa di bilang mandi suci, mandinya di
wajibkan yg bersih dan bukan sekedar bersih saja, di harap jika kuku
anda panjang sebelum mandi potong dulu sampe habis, selama puasa
setiap malamnya shalat taubad dan shalat hajad khusus jangan sampai
tertinggal, setelah selesai shalat malam baca amalanya sebanyak 111x,
selama puasa setiap selesai shalat fardu amalanya di baca 7x

Amalan Guru Sejati

Amalan ini juga disebut BEGALAN GEDE, sebab saat akan pulang ke Rahmatullah, yang dinamakan “Makdum Sarpin” atau banyak disebut sedulur/saudara manusia tidak mau ketinggalan. Harus ikut pulang ke alam kelanggengan juga. Sehingga dengan mengamalkan ini maka jalan kematian akan mudah dan kehidupan setelah alam kematian akan semakin terang. Amalan ini oleh sebab itu juga untuk menjawab apa dan bagaimana sebenarnya rupa guru sejati atau RUH kita sendiri. Manfaat lain amalan ini: APA SAJA YANG KITA INGINKAN AKAN TERKABUL. Misalnya, kita ingin menghilang. Atau kita bisa mecah raga seperti dasamuka yang memiliki banyak badan wadag dalam waktu yang bersamaan.
Lakunya puasa mutih tujuh hari, (berbuka dengan hanya memakan nasi putih dan air putih), selanjutnya pati geni (tidak menyalakan api dan tidak melihat api, kita bertapa di dalam kamar atau gua yang gelap) dan tidak tidur semalaman. Mantra dibaca saat sore hari dan saat pagi hari. Mantranya sebagai berikut:
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIMI SANG GURU PUTIH NU HERANG NU LENGGANG MUGA KATONA SANG RUPA MAYA PUTIH.
KUN DZAT KUN AJA ANGALINGI IN DZAT, SUKSMA ATAPA SAJRONING WEWAYANGAN, RAHSA SUKSMA ANGEMBAN WEWAYANGAN, SIRA METUWA INGSUN AREP WERUH SEJATINING URIP.
Ini mantra untuk mengeluarkan guru sejati (ruh) yang merupakan bayangan manusia.
SANG REKA MAYA RUPA MAYA ASIH
Ini mantra menyayangi guru sejati
BUR CAHYA RUPA CAHYA RUPA SAPALINGGIHANING CAHYA BUR DZAT SANG KALETER PUTIH, DZAT SA DZAT LES
RUPA CAHYA SANG NGINDEL PUTIH MULYA KANG LANGGENG CAHYA SAMPURNA, IYA INGSUN SAJATINING TAJALLULLAH KANG LUWIH SAMPURNA, SAH DZAT SAH SIFATE SADEGE SALINGGIHE SAOSIKI, HU WA IYA ALLAH
SI WELLADA ANAKE TAN ANA NDELENG SIRIK, DHEWEK HAHAK LANGAK YA AKI KASUMARAN
BISMILLAHIRRAHMANIRROHIM, BUR CAHYA RUPA CAHYA SAPALUNGGUHANING CAHYA SANG PELATUK PUTIH BUR DZAT LAR DZAT LES HU
BUR TAN ANA PUTIH DZAT SUCINE LAGI ANA ING SUCI, BUR PUTIH NU GUMETER PUTIH BALA PUTIH IDER PUTIH LES PUTIH
SUKSMA MULYA CAHYA PUTIH ALINGANA INGSUN, YA INGSUN REKSANEN KANG ABECIK, SIRA ANGREKSA INGSUN
SUKSMA MULYA CENGENG ALINGANA INGSUN, REREKSANIRA DEN ABECIK, SIRA NGREKSA INGSUN MAKDUM SARPIN, ALINGANA INGSUN, INGSUN REREKSANIRA, DEN ABECIK SIRA ANGREKSA INGSUN.

Amalan Ma'rifat Jawa mengenal Aku Sejati

Berikut adalah amalan bagi para pejalan spiritual untuk pembangkitan kesadaran akan diri sejati. Ini merupakan tugas yang sangat penting yang merupakan ajang mujahadah untuk menemukan kesejatian. Kenapa mengenal diri sejati sangat penting? Sebab dengan kesejatian itu pula manusia akan mencapai hakikat diri serta terbukanya kebenaran pengakuan serta kesaksian adanya Allah secara hakiki, yakni makrifatullah.
Amalan ini sudah ada sejak era Islam di Jawa, yang diajarkan para Wali Songo. Meskipun berbahasa Jawa yang terasa ada penyesuaian dengan budaya masyarakat setempat, namun ajaran yang disampaikan tetap memurnikan ketauhidan kita kepada Allah.
Tata laku amalannya adalah:
1. Senantiasa membersihkan diri dari dosa dan kesalahan yang disengaja.
2. Senantiasa mengendalikan nafsu birahi, nafsu mata, nafsu telinga, nafsu akal. Ungkapan Jawa: nutupi babadan hawa sanga/menutup sembilan lobang dalam diri manusia.
3. Mengendalikan hati agar senantiasa sabar, syukur dan pasrah/nrimo atas semua pemberian-NYA.
4. Membaca doa dibawah ini usai sholat fardhu maupun sholat sunnah yang lain. Tidak ada jumlah berapa kali harus dibaca. Doa juga boleh dibaca sewaktu-waktu agar senantiasa mengingat Allah dimanapun tempatnya seiring dengan nafas
5. Doa perlu dihayati artinya serta diperdalam maknanya….
Doanya:
BISMILAHIRROHMANIRRAHIM
MELEBU ALLAH..METU ALLAH
ANDADEKAKE URIP IKU ALLAH
UTEK DUNUNGNO KODRATE ALLAH
YA HU ALLAH …. YA HU ALLAH ….YA HU ALLAH
NABI MUHAMMAD IKU UTUSANE ALLAH
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang
Masuknya nafas karena Allah keluarnya nafas karena Allah
Yang mengadakan hidup itu Allah
Otak diletakkan atas kodrat Allah
Ya hu Allah ….ya hu Allah ….ya hu Allah
Nabi Muhammad itu Rasullullah.
PENJELASAN:
Yang paling sederhana memikirkan sumber hidup adalah masuk dan keluarnya nafas yang merupakan kodrat Allah yang tidak bisa dicegah. Manusia hanya menerima dengan pasrah atas kekuasaan Allah yang meliputi nafas. Sehingga fikiran ini diajak patuh dan pasrah bersamaan dengan patuhnya nafas tanpa kecuali totalitas. Bahwa yang mengadakan hidup adalah Allah. Dimana seluruh makhluk, apakah itu binatang, manusia, tumbuhan serta bumi, matahari semuanya bergerak dinamis atas sifat hidup Allah Al Hayyu. Otak adalah merupakan bentuk kekuasaan Allah atas manusia, yang mana manusia diwajibkan berfikir dan berkontemplasi untuk menyatakan sebagai wakil Allah maka dengan itu otak harus sesuai dengan kehendak-kehendak dan perintah-NYA. Wahai zat yang tidak sama dengan makhluknya. Aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu Rasulullah.
Apabila kita rutin mengamalkan riyadhoh ini, Insya Allah kita akan dituntun NYA menemukan kemana muara pencarian diri sejati secara universal. Kita akan menghayati mulai dari kesadaran fisik sampai kepada kesadaran transendental dimana kesejatian manusia adalah sesuatu yang bukan fisik dan bukan kesadaran yang muncul dari raga atau otak bahkan juga bukan dari rasa/batin kita. Namun kesadaran yang lahir karena PEMBERIAN ALLAH dan dengan kesejatian inilah manusia menunaikan baktinya kepada Allah sebagaimana fitrahnya.
Apa dan siapa manusia sebenarnya? Hal ini tidak akan bisa terpahami menjadi suatu kesadaran apabila fikiran dan jiwa kita tidak pernah dibawa ke alam jiwa secara nyata. Sejak bayi yang tiba-tiba lahir dengan proses alami. Ia lahir bukan karena permintaan dan kehendaknya. Ia tidak mengerti untuk apa dilahirkan. Ia tidak punya apa-apa bahkan telanjang serta malupun tidak punya. Kemudian sekelilingnya memberikan kesadaran secara bertahap. Mulai dari pemberian nama dan identitas kelamin, dan batasan kesadaran yang sangat sempit. Ia dikenalkan dengan dirinya bahwa namanya si Anu dan jenis kelaminnya laki-laki. Diajarkannya pula nama-nama anggota tubuhnya, ini telinga, ini kepala, ini tangan, dan seterusnya.
Kesadaran ini membuat terikat kepada sebatas apa yang ia terima dan ia ketahui. Sehingga sang diri terbelenggu dan tersesat dalam ketidaktahuan siapa yang sebenarnya diri ini. Identitas biri palsu ibarat pakaian yang menimbulkan ikatan pada jiwa seseorang. Jika manusia melakukan sikap yang mengikat dengan dunia sekelilingnya, jiwanya akan terkungkung dan kesadarannya terbelenggu.
Oleh karena itu manusia dalam hidupnya harus selalu berusaha mengurai ikatan terhadap dunia sekitarnya. Maksudnya, manusia harus mulai menyadari keterbatasan diri yang selama ini dijerumuskan oleh pengetahuan yang didapatnya. Ya, diri ini bukan hanya terbatas pada mata, telinga, kaki serta anggota tubuh yang kelihatan. Kesadaran ini harus dilakukan dengan latihan dan pengisian ilmu pengetahuan tentang diri secara imanen transendental dan pengalaman langsung.
Manusia bukanlah tubuh yang padat atau baku. Bahan pembentuknya bukanlah benda atau zat-zat semata, akan tetapi aksi amal perbuatan yaitu aliran berangkai dari peristiwa-peristiwa. Tidaklah mengherankan bahwa dari bahan-bahan yang sangat labil ini terbentuklah alam yang selalu berubah-ubah, menjelma dari bentuk ke bentuk mengikuti suatu proses evolusi, berubah dan berganti. Kesadaran pun berubah meluas menjadi kesadaran universal, yaitu kesadaran yang tidak ada batas, kesadaran jagat raya atau disebut kesadaran makrokosmos.
Wujud raga ini tidak lagi sesempit dulu. ……aku tidak lagi sebatas kepala, tangan, dan kaki saja. Akan tetapi badanku adalah angin yang bergerak, atom-atom yang bertebaran serta bergantian saling tukar dengan benda-benda yang lain, badanku adalah butiran-butiran zarrah yang saling mengikat, ya aku saling ikat dengan tumbuhan, binatang, bumi serta dengan angkasa yang maha luas. Badanku adalah jagad raya. Dimana kesadaran sudah berubah luas dan menjadi satu kesatuan dengan semua yang ada…..
Apabila zat-zat, tubuh manusia dan benda-benda dalam alam sudah dipahami sebagai rangkaian kejadian-kejadian, serta menurut kemauan sunatullah. Maka sebenarnya atom-atom bergerak bukan atas kemauannya sendiri, akan tetapi ada sosok yang bukan dirinya. Dimana atom-atom itu bergerak mengikuti kekuatan yang maha besar. Benda-benda kecil itu hanya patuh terhadap yang tidak bisa diperbandingkan dengan sesuatu. Wujud itu begitu absolut, benda-benda ini ternyata mati. Akan tetapi ia bergerak dan dihidupkan oleh suatu kuasa yang maha besar. Itulah metakosmos yang hidup, yang perkasa, yang meliputi segala benda, ialah Rabbul alamin…..
Pada kesadaran ini sebaiknya kita berhenti sejenak dan…. NO MIND… jangan berpikir…..Biarkan Allah SWT yang menuntun hati dan pengetahuan dengan tetap mematuhkan jiwa dan tubuh kita kehadirat Allah yang Maha Suci. Apabila kita meluruskan pandangan jiwa dan tubuh kita terhadap perintah NYA serta menundukkan dan memasrahkan segala ketaatan.
Tubuh ini akan taat seperti taatnya alam semesta tanpa kita rekayasa, ia akan hidup seperti hidupnya alam, serta ia akan teratur seperti teraturnya matahari serta planet-planet yang tidak berbenturan. Ia akan patuh secara otomatis…. bahwa adanya diri dan alam semesta telah mengajak kepada kesadaran untuk sampai kepada pembuktian adanya Allah yang Maha Gaib.
Terakhir, di tahun 2012 ini terasa suasana batiniah kita tidak tenang dan gelisah karena terpengaruh oleh suhu politik di pusat yang begitu panas membara. Mari kita berdoa agar nusantara ini tidak ada lagi pertumpahan darah dan air mata seperti era 1998 silam…….
Ing jagat bumi, kanthi sakjrakahipun, kang kanthi nyuwun sesarengan bayu lan gumebyaring langit, ndadosaken sareh ing donya, amargi laku manungsa ing bumi jagat raya, sumonggo dipun lampahi sesarengan. Anteng anteng langite anteng, anteng anteng bayune anteng, anteng anteng segoro anteng, anteng anteng bumine anteng. Anteng anteng rakyat e anteng, anteng anteng nuswantoro anteng……Rahayu Rahayu Rahayu….

Saipi Geni

ALLAHUMMA TAQOBBAL DU’A-A FI KULLI HAJATIN HAJATI BI HAQQI KULLI DU’A-IN HUWA LAKA ZHOHIRON WA BATHINAN WA BI HAQQI ASMA-IKA FI MANZILIKA MINAS SAMA-I AHIYYAN SYAROHIYYAN ASHBU-UTIN 3 X
FATAQOBBAL DU’A-A SAIFI YA ALLAH YA ALLAH YA ALLAH YA ROBBI YA ROBBI YA ROBBI YA ALLAH YA HAYYU YA QOYYUM YA BADI’AS SAMAWATI WAL ARDHI YA DZAL JALALI WAL IKROM YA ILAHI WA ILAYHI KULLU SYAY-IN ILAHAN WAHIDAN,LAILAHA ILLA ANTA WAHDAKA LA SYARIKALAKA KAF HA YA AIN SHOD.HA MIM AIN SIN QOF BIROHMATIKA YA ARHAMAR ROHIMIN.AMIN…
Puasa 7 hari,baca 40 x tiap malam.dan setelah tamat puasa,dawam di baca 1 x setiap pagi.
Khasiatnya supaya di lindungi dari musuh ghoib atau dari sihir.juga dari musuh zhohir dan agar semua urusan nya selalu di bela dan di tolong oleh allah.swt.
Saya ijazahkan tulus ikhlas kepada siapapun yg berminat untuk mengamalkan nya.bagi yang ingin bertanya atau memperoleh ijazah secara khusus.bisa menghubungi saya melalui email atau di no hp 085692244000.dengan menuliskan nama,nama ibu dan alamat lengkap.kepada ki wong alus serta rekan-rekan semua,terima kasih telah di izinkan untuk posting amalan di blog ini.sekaligus ini sebagai permohonan izin saya untuk bergabung di tempat ini.wassalam. @@@

Saipi Angin

Aji Saipi Angin mempunyai manfaat untuk meringankan tubuh. Bagaikan kapas yang tertiup angin. Pemilik aji ini bila dalam keadaan memaksa, seandainya bila bepergian jauh namun harus membutuhkan waktu yang cepat dan dalam suasana yang mendesak bila dibaca mantranya maka pemilik aji saipi angin laksana terbang di atas angin.
MANTRA :
“Bismillaahirrohmaanirrohiim”
“Assalaamu’alaikum saipi angin”
“Matek ajiku saipi angin”
“Nur ni wetan putih rupane”
“Nur ni kidul ireng rupane”
“Nur ni kulon abang rupane”
“Nur ni lor kuning rupane”
“Malaikat sepuluh ono gawe”
“Tampanono iyo aku iki dulurmu tuwo”
“Yen mlaku koyo angin”
Riyadhoh untuk menjalani ilmu ini.
Untuk mendapatkan aji saipi angin dalam melakukannya harus dijalani di tengah hutan dan meniru kehidupan hewan hutan yaitu cara hidupnya ayam hutan baik cara makan, minum, dan tidurnya hewan ayam tersebut.
Puasa sunnah 7 hari, dan hari terakhir tidak makan, minum, dan tidur selama sehari semalam.
Selama puasa mantra dibaca dari pagi sampai menjelang tidur.
Dalam menjalankan riyadhoh makan dan minumnya tidak boleh menggunakan tangan, makan dimasukkan ke mulutnya seperti cara ayam makan makanan dan meminum minuman. @@@

Sholawat Kunci Pembuka Kesulitan Hidup

ALLAHUMMA SHALLI WASALIM ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN QOD DZOOQOD KHIILATII ADRIKNII YAA ROSUULALLAH
YA, ALLAH LIMPAHKANLAH SHOLAWAT DAN SALAM KEPADA JUNJUNGAN KAMI, MUHAMMAD. TELAH HABIS DAYA UPAYAKU, TOLONGLAH AKU YA ROSULULLAH.
Ini sholawat untuk meminta kepada Allah SWT melalui kekasih-NYA, Rasulullah SAW agar semua kesulitan kita bisa teratasi. Dibaca kapan saja dengan jumlah bilangan tiada terhingga. Saya ijazahkan untuk siapa saja yang ingin mengamalkan. Terima kasih. (WONGALUS)

Amalan Wirid Sholawat Munjiah


Musa Darir, seorang yang sholeh suatu ketika bercerita: “Aku sedang belayar menggunakan sebuah perahu besar yang terbuat dari kayu namun tiba-tiba perahu tersebut menabrak karang dan hendak karam. Pada saat itu entah kenapa saya tidak panik seperti kebanyakan penumpang kapal. Saya malah dikuasai rasa kantuk yang berat. Antara sadar dan tidak, Rasulullah SAW mengajar aku solawat munjiah dan dia bersabda: ORANG-ORANG DALAM PERAHU INI HENDAKLAH MEMBACA 1000 KALI. Saya pun terbangun dan membaca di dalam hati. Saat saya sudah membaca sebanyak 300 kali perahu yang awalnya mulai oleng hampir tenggelam itu perlahan kembali tegak seperti biasa dan pelayaran dilanjutkan seperti tidak terjadi bencana apapun. (sumber: buku Minhajul Hasanah Fajr-i-Munir yang ditulis Ibnu Fahani ra)
 Syaikh Al-Buni dan Imam Jazuli meriwayatkan bahwa siapapun yang punya hajat atau keperluan untuk kepentingan dunai dan akhirat bacalah sholawat junjiah sebanyak 1000 kali di waktu tengah malam. Maka dengan ijin Allah SWT hajatnya akan terkabul dan sukses. Imam Dainuri meriwayatkan; pada suatu ketika masyarakat muslim ditimpa kesusahan atau penyakit menular. Maka mereka kemudian membaca sholawat munjiah ini secara bersama-sama dan tidak berapa lama, masyarakat bebas dari penyakit. Sholawat ini diakui oleh banyak ulama, mendatangkan sangat banyak manfaat.
 Sebagaimana cara wirid yang lain, cara mengamalkan agar sholawat munjiah ini bisa merasuk dan sampai ke ridho dan hidayah Ilahi maka kita perlu melaksanakan Sholawat Munjiah secara konsisten dengan membacanya selepas sholat lima waktu.

Sholawat Munjiat

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHALAATAN TUNJIINAA BIHAA MIN JAMII’IL AHWAALI WAL AAFAATI WATAQDHIILANAA BIHAA JAMII’AL HAAJAATI WATUTHAH-HIRUNAA BIHA MIN JAMII’IS SAYYI-AATI WATARFA’UNAA BIHAA ‘INDAKA A’LAD DARAJAATI WATUBALLIGHUNAA BIHAA AQSHAL GHAAYAATI MIN JAMII’IL KHAIRAATI FIL HAYAATI WA BA’DAL MAMAATI.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat (rahmat) atas penghulu kami Nabi Muhammad SAW, semoga dengan berkah shalawat itu Engkau lepaskan kami dari segala bencana dan musibah, Engkau tunaikan segala hajat kami, Engkau bersihkan kami dari segala kejahatan dan Engkau tingkatkan derajat kami, Engkau sampaikan tujuan maksimal kami dari semua kebaikan kehidupan kami baik di dunia maupun sesudah mati.”
Keistimewaan dan keutamaannya:
1. Imam Dainuri mengatakan; “Jika pada suatu waktu, umat Islam ditimpa kesusahan, atau penyakit menular, atau mempunyai suatu pengharapan agar tercapai cita-cita, hendaklah membaca shalawat atas Nabi SAW.
2. Syekh Al-Buni dan Imam Jazuli mengatakan bahwa; “Barang siapa mempunyai hajat, baik hajat dunia, maupun hajat akhirat, bacalah shalawat ini sebanyak 1.000 kali, sebaiknya di waktu tengah malam, insya Allah akan dikabulkan hajatnya dengan segera.
3. Jika do’a Anda ingin cepat terkabul, bacalah sebanyak 11 kali setiap selesai melakukan shalat fardhu. Kemudian diikuti dengan bacaan do’a. Insya Allah cepat terkabul. @@@

Sholawat Multiguna

ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYDINA MUHAMMADIN, ‘ADADA MAA FI’ILMILLAAHI SHOLATAN DAA IMATAN BIDAWAAMI MULKILLAAHI, ‘ADADA ANWA’IR RIZQI WAL-FUTUUHATI, ‘ADADA KHALQIHI WA RIDHA NAFSIHI WA ZINATA ‘ARSYHI WA MIDADA KALIMATIHI, WA ‘ADADA NI’AMILLAH WA IFDHALIH.
Ya allah , limpahkan shlwt atas junjungan kami Muhammad, sebanyak hitungan apa yg terdapat dalam ilmu allah, shalawat yg kekal sebagaimana kerajaan allah,sebanyak rupa-rupa rejeki,sebanyak bilangan mahluk ciptaan nya , sebanyak bilangan keridhaan dzatNya, sebanyak bilangan hiasan arsynya, serta sebanyak bilangan kalimat-kalimatnya,dan sebanyak bilangan nikmat dan anugrah-Nya.
Shlwt ini saya susun dari berbagai sholawat dan doa. Fadillah insya allah memiliki banyak faedahny . Kalau di didawamkan sehabis sholat fardhu 7 kali insya allah, Allah selamatkan dari berbagai macam bala musibah dan kemudahan rizqi. dan apabila memiliki hajat kubro bacalah sebanyk 1000x setiap malam sehabis shlt hajat maupun tahajud. @@@

SHALAWAT MASYISIYAH

Assalamua’alaikum wr.wb
Salam kenal semua Keluarga Wong Alus terutama Ki Wong Alus
Oh yaa… saya ada artikel nih..mungkin berguna bagi kampus kita ini.. bisa dijadikan tambahan perpustakaan wong alus… ini adalah salah satu dari banyak versi sholawat ada yang menyebutnya dengan sholawat masyisyiyah oleh syaikh abdus salam al masyiisy… teman 2 bisa googling tentang syaikh ini. Beliau adalah salah satu dari gurunya syaikh abil hasan asy syadzilli.
Terlepas dari bid’ah, karomah,dan tetek bengeknya saya hanya ingin tulisan ini ada di alam digital sebab masih jarang kalau dicari versi arabnya…
Para sesepuh pasti lebih banyak tahu tentang keutamaan sholawat ini.
Jika ada kesalahan baik tulisan khot atau translasinya mohon dibantu saran dan kritiknya…
Saya sertakan File jpegnya kalau nanti file wordnya kacau (biasanya kalau dimasukkan blog)
Untuk artinya kapan 2 saya kirim insyaa allah atau teman 2 bisa nanya ke mbah google translate.
Ini adalah sholawat yang agak panjang kebanyakan kita jadi malas bacanya termasuk saya…
Saya dulu pernah mengamalkan sholawat ini tapi sekarang sudah tidak lagi karena sesuatu dan lain sebab.
Rahasia sholawat ini ada pada keistiqomahan kita dalam mengamalkannya.
Bisa di baca 1 atau 3 atau 5 kali sehari manfaat : untuk ketenangan hati, mendekatkan diri kepadaNya, wushul kepada Allah dan lain… pokoke buanyak deh…
Bagi yang tahu tentang tatacara dan manfaat lainnya bisa di sharing…selain manfaat diatas…terima kasih..
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ مِنْهُ انْشَقَّتِ اْلاَسْرَارُ©وَانْفَلَقَتِ اْلاَنْوَارُ © وَفِيْهِ ارْتَقَتِ الْحَقَائِقُ© وَتَنَزَلَتْ عُلُومُ سَيِّدِنَا اٰدَمَ عَلَيْهِ السّلاَمُ فَاَعْجَزَالْخَلاَئِقُ© وَلَهُ تَضَاءَلَتِ الْفُهُومُ فَلَمْ يُدْرِكْهُ مِنَّا سَابِقٌ وَلاَ لاَحِقٌ©فَرِيَاضُ الْمَلَكُوْتِ بِزَهْرِ جَمَالِهِ مُوْنِقَةٌ© وَحِيَاضُ الْجَبَرُوْتِ بِفَيْضِ اَنْوَارِهِ مُتَدَفِّقَةٌ© وَلاَ شَيْئَ اِلاَّهُوَ مَنُوْط اِذْ لَوْلاَ الْوَاسِطَةٌ لَذَهَبَ كَمَا قِيْلَ الْمَوْسُوْط© صَلاَةً تَلِيْقُ بِكَ مِنْكَ اِلَيْهِ كَمَا هُوَ اَهْلُهُ© اَللَّهُمَّ اِنَّهُ سِرُّكَ الْجَامِعُ الدَّالُّ عَلَيْكَ وَحِجَابُكَ اْلاَعْظَمُ اْلقَائِمُ لَكَ بَيْنَ يَدَيْكَ© اَللَّهُمَّ أَلْحِقْنِى بِنَسَبِهِ ©وَحَقِّقْنِىْ بِحَسَبِهِ ©وَعَرِّفْنِىْ اِيَّاهُ مَعْرِفَةً اَسْلَمُ بِهَا مِن مَوَارِدِ الْجَهْلِ ©وَاَكْرَعُ بِهَا مِنْ مَوَارِدِ الْفَضْلِ ©وَاحْمِلْنِىْ عَلَى سَبِيْلِهِ إِلَى حَضْرَتِكَ حَمْلاً مَحْفُوْفًا بِنُصْرَتِكَ© وَقْذِفْ بِىْ عَلَى الْبَاطِلِ فَأَدْمَغَهُ© وَزُجَّ بِىْ فِيْ بِحَارِ اْلاَحَدِيَّةِ© وَنْشُلْنِيْ مِنْ اَوْحَالِِ التَّوْحِيْدِ ©وَأَغْرِقْنِيْ فِيْ عَيْنِ بَحْرِ الْوَحْدَةِ حَتَّى لاَأَرَى وَلاَ اَسْمَعَ وَلاَ اَجِدَ وَلاَ اُحِسَّ اِلاَّ بِهَا© وَاجْعَلْ حِجَابَ اْلاَعْظَمَ حَيَاةَ رُوْحِىْ وَرُوْحَهُ سِرَّ حَقِيْقَتِىْ وَحَقِيْقَتَهُ جَامِعَ عَوَالِمِيْ بِتَحْقِيْقِ الْحَقِّ اْلاَوَّلِ© يَا اَوَّلُ يَاآخِرُ يَاظَاهِرُ يَا باَطِنُ© اِسْمَعْ نِدَائِى بِمَا سَمِعْتَ بِهِ نِدَاءَ عَبْدِكَ زَكَرِيَّا عَلَيْهِ السّلاَمُ ©وَانْصُرْنِيْ بِكَ لَكَ ©وَاَيِّدْنِيِْ بِكَ لَكَ ©وَاجْمَعْ بَيْنِىْ وَبَيْنَكَ وَحُلْ بَيْنِىْ وَبَيْنَ غَيْرِكَ الله الله الله } إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآَنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ }{رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَداً3x { } إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا{ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ وَتَحِيَّاتُهُ وَرَحْمَاتُهُ وَبرَكَاتُهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبِىِّ الأُمِّىِّ وَعَلَى آلِه وَصَحْبِهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الْمُبَارَكَاتِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
SHALAWAT MASYISIYAH
As-Sayyid Abd al-Salaam ibn Masyisyi RA
Allahumma shalli ‘alaa man minhun syaqqatil asraar
Wan falaqatil anwaar
wa fiihir taqatil haqaaiq
Wa tanazallat ‘uluumu sayyidinaa aadama alaihis salaam fa a’jazal khalaaiq
Wa lahu tadhaa alatil fuhuumu falam yudrik-hu minnaa saabiquw wa laa laahiq
Fari yaa dhul malakuuti bizahri jamaalihi muuniqah
wa hiyaadhul jabaruuti bifaydhi anwaarihi mutadaffiqah
Wa laa syay-a illa wa huwa bihi manuuth
Idz lawla waa sithatu ladza haba kamaa qiilal mawsuuth
Shalaatan taliiqu bika minka ilayhi kamaa huwa ahluh
Allahumma inaahu sirrukal jaami’ud daallu ‘alayk
Wa hijaabuka a’zhamu’l qaa-imulaka bayna yadayk
Allahumma alhiqnii binasabih
wa haqqiqnii bi hasabih
Wa ‘arrifnii iyyahu ma’rifatan aslamu bihaa min mawaaridil jahl
Wa akra’u bihaa min mawaaridil fadhl
Wahmilnii ‘alaa sabiilihi ilaa hadhratik
Hamlan mahfuufan binushratika
waqdzif bii ‘alal baathili fa-admaghah
wa zujjabii fii bihaari’ ahadiyyah
wansyulnii min awhaalit-tawhiid
wa aghriqnii fii ‘ayni bahril wahdah
hatta laa araa wa laa asma’a wa laa ajida wa laa uhissa illaa bihaa
waj’allahummal hijaaba a’zhama hayaata ruuhii
wa ruuhahu sirra haqiiqatii
wa haqiiqatahu jaami’a ‘awaalimi bitahqiiqil haqqi awwal
yaa awwalu yaa aakhiru yaa zhaahiru yaa baathin
isma’ nida-ii bimaa sami’ta bihi nidaa-a ‘abdika sayyidinaa Zakariyya ‘alayhis salaam
wan shurnii bika laka
wa ayyidnii bika laka
wajma’ baynii wa baynaka
wa hul bayni wabayna ghayrika
Allah Allah Allah
Innal-ladzii faradha ‘alaykal qur’aan laraadduka ilaa ma’aad
Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmah
Wa hayyi’lanaa min amrinaa rasyadaa (3 kali)
Innallaaha wa malaaikatahu yushalluna ‘alan-nabiyy
Yaa ayyuhal ladziina amanuu shallu ‘alayhi wa sallimuu tasliima
Solawatulloohi wa salaamuhuu wa tahiyyatuhuu wa rohmatuhuu wa baraakatuhuu ‘alaa sayyidina muhmammadin ‘abdika wa rosuulikan nabiyyil ummyyi wa ‘alaa aalihii wa shohbihii ‘adadasy syaf’i wal watri, wa ‘adada kalimaatillahit taammaatil mubaarokaati.
Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun wa salaamun ‘alal mursaliina wal
hamdulillaahi rabbil ‘aalamiina

SHOLAT DAIM HADAPI 17 RIBU BOM TAUHID

Masih ingat kisah nyata seseorang pahlawan tauhid. Perempuan pula. Namun berani menceburkan diri ke dalam tungku api gara-gara menggenggam keyakinan bahwa Tuhan itu adalah Allah SWT dan bukan yang lain? Ya..Namanya Masyitoh, seorang budak tukang sisir keluarga Firaun di Mesir.
Suatu ketika, Firaun geram dengan meluasnya pengaruh Musa A.S di masyarakat Mesir. Hingga di dalam kerajaan Mesir juga sudah mulai bertebaran pengikut Musa namun mereka masih diam-diam karena ancaman nyawa dari Firaun bila mengingkari bahwa dirinya adalah Tuhan. Sementara ajaran Musa berbunyi Tuhan hanya satu yaitu Allah SWT.
Terkuaknya keimanan Siti Masyitoh ini bermula ketika suatu hari budak perempuan ini menyisir rambut putri Fir’aun. Tiba-tiba sisir itu terjatuh, dan seketika Siti Masyitoh mengucap “Astaghfirullah…” Sehingga terbongkarlah keimanan Siti Masyitoh yang disembunyikannya. Mendengar ceritera putri Firaun bernama Hamman bahwa sang pelayan berani memeluk keyakinan yang dibawa Musa, Fir’aun naik pitam. “Panggil Masyitoh kemari”, perintah Fir’aun kepada pengawalnya. Masyitoh datang menghadap Fir’aun dengan tenang. Tidak ada secuil pun perasaan takut di hatinya. Ia yakin Allah senantiasa menyertainya.
“Masyitoh, apakah benar kamu telah memeluk agama yang dibawa Musa?”. Tanya Fir’aun. “Benar”, jawab Masyitoh mantap. “Kamu tahu akibatnya ? Kamu sekeluarga akan saya bunuh”, bentak Fir’aun. “Saya memutuskan untuk memeluk agama Allah, karena saya telah siap pula menanggung segala akibatnya” “Masyitoh, apa kamu sudah gila…Kamu tidak sayang dengan nyawamu, suamimu dan anak-anakmu” Masyitoh menjawab: “Lebih baik mati daripada hidup dalam kemusyrikan.“
Melihat sikap Masyitoh yang tetap teguh memegang keimanannya, Fir’aun memerintahkan kepada para pengawalnya agar menghadapkan semua keluarga Masyitoh kepadanya. “Siapkan sebuah belanga besar, isi dengan air dan masak hingga mendidih” perintah Fir’aun lagi. Ketika semua keluarga Siti Masyitoh telah diseret di depannya, Fir’aun memulai pengadilan..
“Masyitoh, kamu lihat belanga besar di depanmu itu. Kamu dan keluargamu akan saya rebus. Saya berikan kesempatan sekali lagi, tinggalkan agama yang dibawa Musa dan kembalilah untuk menyembahku. Kalaulkah kamu tidak sayang dengan nyawamu, paling tidak pikirkan keselamatan bayimu. Apakah kamu tidak kasihan padanya” Mendengar kalimat terakhir Fir’aun, Siti Masyitoh sempat bimbang. Tidak ada yang dikhawatirkannya dengan dirinya, suaminya, dan anak-anaknya yang lain, selain anak bungsunya yang masih bayi.
Naluri keibuannya muncul. Ditatapnya bayi mungil dalam gendongannya. “Yakinlah Masyitoh, Allah pasti menyertaimu”, kata sisi batinnya yang lain. Ketika itu terjadilah suatu keajaiban. Bayi yang masih menyusu itu berbicara kepada ibunya, “Ibu, janganlah engkau bimbang. Yakinlah dengan janji Allah” melihat bayinya dapat berkata-kata dengan fasih, menjadi teguhlah iman Siti Masyitoh. Ia yakin hal ini merupakan tanda bahwa Allah tidak meninggalkannya.
Gusti Allahpun membuktikan janji-Nya pada hamba-hamba-Nya yang memegang teguh keimanannya. Ketika Siti Masyitoh dan keluarganya dilemparkan satu persatu pada belanga itu, Allah telah terlebih dahulu mencabut nyawa mereka, sehingga mereka tidak merasakan panasnya air dalam belanga itu.
Ketika Nabi Muhammad SAW ber-Isra dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, beliau mencium aroma wangi yang berasal dari sebuah kuburan. “Kuburan siapa itu Jibril?” tanya Nabi. “Itu adalah kuburan seorang wanita shalihah yang bernama Siti Masyitoh,” jawab Jibril.
Itulah sedikit kisah nyata yang menggambarkan betapa berat menggenggam keyakinan akan kebenaran ayat-ayat-Nya/rumus-rumus-Nya dan akhirnya mengakui bahwa semua yang ada ini ciptaan-Nya. Ganjarannya adalah kemuliaan hidup abadi yang aromanya menebar di seluruh penjuru langit seperti Siti Masyitoh tersebut. Lain dulu lain pula tantangan di jaman sekarang….
Kini, kita dihadapkan pada berbagai hal yang menggoyahkan keyakinan. Kita ditantang oleh TUJUH BELAS RIBU BOM SIAP MELEDAK, BOM ITU yang sesungguhnya menjadi PENGHANCUR akidah ketauhidan kita bahwa TIADA TUHAN SELAIN ALLAH dan MUHAMMAD ADALAH RASUL-NYA.
PENGHANCUR akidah itu amat banyak dan siap untuk menjerumuskan kita hingga ke taraf binatang. Misalnya mulai yang sederhana: yakin bahwa dokter atau dukun yang menyembuhkan penyakit, uang adalah sumber kebahagiaan, tidak bisa senang tanpa kau disisiku, kedudukan pangkat derajat, harta benda dan wanita cantik mulus aduhai dan seterusnya…
PENGHANCUR akidah yang berat seperti: pengetahuan adalah alat pencerahan, akal budi adalah segala-galanya, agama saya adalah satu-satunya yang paling benar, tidak bisa hidup tanpa kepercayaan A, B, atau C, dan seterusnya…
Perlulah diketahui bahwa BERTAUHID MURNI adalah HANYA MENGAKUI BAHWA ALLAH SWT ADALAH SATU-SATUNYA TUHAN PENGUASA ABSOLUT ALAM SEMESTA. IMPLEMENTASINYA PENGAKUAN TERSEBUT BERPERILAKU YANG MENCERMINKAN KEYAKINAN DIA ADALAH SUMBER SEGALA-GALANYA. BAHWA DIA ADALAH SUMBER KEPERCAYAAN DAN ILMU PENGETAHUAN, SUMBER ENERGI ALAM SEMESTA, SUMBER KEBAHAGIAAN, SUMBER CINTA KASIH, SUMBER KEBERADAAN SEGALA SESUATU, dan seterusnya.
ALLAH SWT adalah SATU-SATUNYA GURU SEJATINYA MANUSIA DAN HANYA KEPADA-NYA BATIN MANUSIA HARUS DIFOKUSKAN, DIARAHKAN, DIKOMUNIKASIKAN, DAN DIPASRAHKAN DETIK DEMI DETIK… TIDAK ADA YANG LAIN. APAKAH ITU DALAM POSISI DUDUK, BERDIRI, BERJALAN, DAN BERBARING. BATIN YANG SELALU MEMANGGIL HU ALLAH…HU ALLAH…. Inilah yang dinamakan SHOLAT DAIM.
Semoga saya, Anda, dan Kita semua kuat untuk memegang ketauhidan yang sangat berat ini dengan perlindungan Gusti Allah. Dan hati kitapun tanpa ragu siap untuk memegang bom di tangan yang pasti meledak seperti Siti Masyitoh.

Amalan Meraga Sukma

Memang indah bisa meraga sukma,mampu menyaksikan keindahan,diluar alam nyata. inilah yg sy amalkan.

BISSMILLAHIRRAHMAN…..

SHOLALLAHU ALAIHI WASALLAM.ALLAHUMA QULHUALLAH,DZAT GUMILANG TANPA SANGKAN,LIYEP,CUT PRUCUT,SUKMANINGSUN METU SAKA RAGA,GAMPANG SAKA SARINING GAMPANG SAK NIATKU,LAN SLAMET KERSANING ALLAH.

(LAILAHAILLALLAH MUHAMMADUROSULULLAH.3X)

LA ILAHA ILLALLAH.10.000X.

Intinya tinggal keyakinan aja,jngan ada rasa takut. @@@

Saefi Rizal/Lanang

SAEFI HIDAYATULLOH RUH ING ALLAH URIPING PANGERAN ZUHUD WALI HADIST WAJIB URIPING NABI LAILAHAILLALLOHU MUHAMMADUROSULULLOH BIROH MATIKA YA ARHAMAR ROHIMIIN
TATA CARA
(1) Puasa 7 hari bilaruh puasa dimulai hari kelahiran
(2) Saefi dibaca selesai sholat fardhu 70x, dan padatengah malam berendam di sungai dan membaca saefi 33x,ketika keluar rumah dibaca 3x dan tiupakn ketangan lalu usapkan ke anggota tubuh.
KHASÌAT  (1)ini adlh ìlmu pembuka dan pndingin semua jenis saefi(2)untk dihapusnya dosa(3)untuk berperang melawan musuh,caranya sholat hajat 4 roka’at dan membaca saefi 3x maka senjata apapun tidak akan mengenainya(3)kebal api,tidak akan tenggelam di air, menundukan musuh@@@

Saefi Al-Qotil

HASBUNALLAH WA NI’MAL WAKIL dibaca 681 X

dilanjutkan dengan NARON AHATO BIHIM SURODIQUNA WA IYYASTTA GHITSU YO GHOTSU BI MA’INGKAL MUHLI YASYWIL WUJUH BI’SA SYAROBUWA SA’AT MURTAFAQO ANGDZARTUKUM SO’IKOTAM MITSLA SO’IKOTI ADIW WA TSAMUD diibaca 3 x.

Cara dibaca ba’da sholat magrib dan subuh. Kegunaan menolak gangguan non medis dan jika diniatkan akan berbalik seperti guna,sihir,teluh pelet dll. Bisa untuk pager rumah,toko dll. Ilmu ini hanya digunakan pada saat emergency saja karena efeknya sangat keras. Nuwun. @@@

Hakikat Ikhlas

Salah satu tabir yang menutupi hati kita untuk mampu merasakan getaran cahaya Petunjuk Tuhan adalah ketidakikhlasan. Sebaliknya, bila kita mampu untuk ikhlas berarti terbukalah salah satu hijab dan kemudian insyaallah kita mampu untuk merasakan getaran petunjuk cahaya Keikhlasan-Nya juga. Keuntungan ikhlas yang lain sebagai hadiah dari-Nya jelas banyak. Salah satunya adalah mampu meraba iradat-Nya.
Kisahnya sederhana. Hari Senin kemarin, tanpa diduga sebelumnya tiba-tiba mendadak kami diperintahkan untuk ke Bandung, Jawa Barat untuk sebuah tugas. Sebenarnya kami mampu untuk menolak tugas tersebut karena sifatnya bukan wajib melainkan pilihan. Entah karena apa, kami pun berniat belajar ikhlas saja ditugaskan tanpa embel-embel apapun. Ikhlas ya ikhlas, nggak punya harapan apa-apa.
Menurut penilaian para teman, kami tergolong wong manutan yang tidak punya keberanian untuk menolak permintaan orang lain. Padahal bila menuruti permintaan tugas pergi ke Bandung tersebut, pasti akan kelelahan apalagi tanpa imbalan. Padahal, di hati ini berkata: apa salahnya untuk melaksanakan sesuatu yang bisa menjadi ganjal agar orang lain tidak kecapekan? Biarlah kami saja yang bermandikan keringat daripada orang lain.
Ingat prinsip Rabiah Adawiyah, sufi agung perempuan yang tersirat dalam doanya: “Ya Allah, jadikan tubuhku besar hingga memenuhi neraka agar para saudaraku sesama manusia tidak ada yang masuk neraka”. Ini adalah makna keikhlasan untuk berkorban agar sesamanya tidak celaka. Biarlah diri menjadi bemper agar orang lain selamat…. Apakah pikiran kami seperti Rabiah? Nggak tahu, semoga saja begitu. Hehehe…
Dalam manajemen modern, pikiran seperti ini pasti dianggap tidak efisien dan efektif. Apalagi dilihat dari sisi ekonomis: ini pikirannya wong mlarat dan bila dipertahankan mungkin sampai kapanpun tidak bisa kaya karena tidak menguntungkan. Mungkin saja..
Singkatnya, kami pun akhirnya tetap memutuskan berangkat dan tiba di terminal Bungurasih pukul 4 sore. Sebelumnya, kami disarankan untuk naik bis “Pahala Kencana” karena konon lebih cepat, lebih nyaman dan lebih “selamat.” Meskipun tiketnya lebih mahal dibanding yang lain.
Di depan petugas penjualan tiket, sayang kursi bis sudah penuh penumpang dan hanya menyisakan satu kursi cadangan di pinggir sopir. Oleh petugas penjualan tiket, kami disarankan untuk menunggu bis “Pahala Kencana” yang lain.
Belum sempat memutuskan apapun, dari tempat kami berdiri tampak bis “Bandung Express” yang masih kosong melompong menunggu penumpang. Bis ini konon tidak begitu disuka karena berkelas rakyat bawah sehingga pasti terasa kurang nyaman bagi mereka yang alergi dengan hal-hal yang berbau rakyat.
Ide pun muncul untuk naik bis berwarna putih tersebut. Kami membeli tiket dan masuk ke kendaraan itu. Itung-itung belajar ikhlas untuk naik bis yang kurang bagus. Meskipun resikonya jelas; kurang nyaman, kurang bersih, dan kurang-kurang yang lain…
Hebatnya, bis ini murah meriah harga tiketnya dibanding bis elite satunya tadi. Jumlah penumpang “Bandung Express” saat itu hanya ada delapan. Kursi lain kosong melompong. Dengan delapan penumpang wong cilik tersebut, bis berangkat meninggalkan Surabaya. Sementara bis “Pahala Kencana” sudah terlebih dulu berangkat dengan jeda waktu sekitar satu jam dibanding bis butut yang akhirnya kami tumpangi.
Singkatnya, sore berganti pagi. Bis memasuki kawasan Sumedang…. Eh, di pinggir jalan kami lihat bis “Pahala Kencana” berhenti. Kelihatan kru bis sedang memperbaiki mesin dan para penumpangnya ada yang keluar bis duduk di pinggir jalan, ada pula yang masih berada di dalam bis menunggu. Ya, bis elite itu rusak. Sementara bis butut yang kami naiki malah mulus meluncur Surabaya-Bandung dengan selamat dan tidak kurang apapun. Lebih cepat lagi hehe…Alhamdulillah.
Perjalanan bis menuju Bandung adalah analogi yang baik bagaimana sesungguhnya menuju tujuan hidup. Marilah kita renungkan, kira-kira apa sih tingkat puncak kenikmatan dari hidup? Pelan menjalani proses di dalam hidup seperti bis “Bandung Express” meskipun onderdil dan bentuk bis (Ibadah dan niat compang camping) tapi tetap berada di jalan yang benar atau pengin cepat-cepat sampai tujuan hidup namun akhirnya malah macet karena sopirnya ulan-ugalan bahkan fatal tidak sampai tujuan seperti bis “Pahala Kencana” tadi?
Begitu pula dengan ibadah. Mana yang kita pilih… jumlah atau frekuensi ibadah yang banyak namun malah justeru yang timbul kebosanan dan bahkan akhirnya pengingkaran dari tujuan ibadah, ataukah sedikit pelan namun ikhlas dan sesuai dengan tujuan ibadah yaitu bentuk simbolik pengabdian tulus dan total pada-Nya?
Benarlah Rabiah Adawiyah. Katanya; dia beribadah bukan berharap surga dan bukan pula takut neraka. Ya, kita beribadah bukan mengharapkan itu. Bahkan jika surga dan neraka tak pernah ada, pasti kita tetap sujud pada-Nya.
Satu hal yang bisa digarisbawahi, bahwa dalam melakoni garis, tata cara dan jalan kehendak Tuhan (agama/kepercayaan/yang lain) terletak pada tujuan murni yang hendak dicapai. Dalam setiap tindak tanduk keseharian kita, semua berjalan dalam rangka pengabdian ibadah. Dan semuanya diikat kembali dengan tali keikhlasan.
Perintah tentang ibadah dalam kitab suci jelas terangkai dengan kata ikhlas. Dan sebagai motivasi, beribadah perlu dilanjutkan dengan berinovasi dalam amal. Beribadah seolah melihat Gusti Allah, sekiranya pun kita masih belum mampu merasakan bahwa Dia melihat kita, boleh juga memantapkan keyakinan bahwa Dia akan melihat apa yang kita kerjakan.
Di sinilah peran ikhlas tersebut. Ikhlas bukan pasrah negatif, tapi ikhlas adalah tujuan tanpa batas kemakhlukan yang sarat kebendaan. Sebab objek yang dituju adalah Sang Maha Ikhlas. Ia yang transenden tak dapat terlihat tapi bisa dirasakan, berarti setiap langkah usaha yang dibuat, harus terus akan berjalan dengan dalih keberadaan-Nya. Selama masih ada kesempatan hidup, maka inovasi harus ada. Biarlah semua hanya Gusti Allah yang menilai usaha kita.
Berbuatlah tanpa embel-embel dibelakang. Tujuannya, bukan untuk dipuji, jadi kaya, terhormat, dapat kekuasaan, jabatan atau lainnya. Arahkan selalu tujuan hanya kepada Gusti Sang Maha Tunggal. Kita pasti tidak akan mengeluh, bosan, jenuh dan sebagainya. Justru, jika tujuan itu berhasil keridhaan-Nya sudah dijamin.
Mungkin ini hakikat ikhlas. Bukan ikhlas yang ateis. Bukan pula ikhlas yang absurd.